JAKARTA – Gunung Anak Krakatau mengalami 14 kali gempa pada Senin 8 April kemarin. Tingkat aktivitas gunung api di Selat Sunda, Lampung itu masih level II atau waspada dengan zona bahaya 2 kilometer dari kawah.
“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap tidak teramati,” lapor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Selasa (9/4/2019)
Berdasarkan rekaman seismograf, sepanjang Senin kemarin, gunung api setinggi 156,9 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami lima gempa low frequency, lima gempa embusan, dua gempa vulkanik dangkal dan dua kali gempa tektonik lokal.
“Tremor menerus dengan amplitude 1–2 mm,” sebut PVMBG.
Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah.
Gunung Anak Krakatau terakhir erupsi pada 4 April 2019 pukul 20.03 WIB.
(Salman Mardira)