Adrian memaparkan, lima hari menjelang pencoblosan, dukungan Jokowi-Maruf dalam rentang 55.9 % - 65.8 %. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan dalam rentang 34.2 % - 44.1 %.
"Artinya jika elektabilitas Jokowi-Maruf menggunakan batas bawah elektabilitas saat ini 55.9 %, dan Prabowo-Sandi menggunakan batas atas 44.1 %, Jokowi-Maruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih diatas dua digit," jelasnya.
Adrian memaparkan, tampilan angka elektabilitas masing-masing capres dan cawapres dibuat dalam bentuk range atau rentang elektabilitas lantaran LSI Denny JA telah memperhitungkan angka elektabilitas masing-masing capres dengan margin of eror survei dan asumsi golput yang terjadi secara proporsional.
Menurut dia, kalkulasi dengan sistem rentang elektabilitas itu dilakukan karena proses kontestasi Pilpres 2019 tinggal hanya 5 hari lagi.
"Diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin of error survei dan asumsi golput," tandasnya.