JAKARTA - Politik kontemporer di Indonesia diwarnai dengan kebangkitan populisme Islam. Sejak gelombang reformasi, perda-perda syariah diberlakukan di berbagai daerah.
Warna Islam semakin menguat dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tetapi, apakah partai-partai Islam berhasil menguasai perpolitikan dalam kontestasi dengan partai-partai nasionalis?
Baca juga: Tutup Debat Pilpres, Jokowi-Ma'ruf Kobarkan Semangat Optimisme dalam Kemajuan Ekonomi
Kenyataannya, pada Pemilu 2014 saja hanya PKB yang mampu menembus posisi lima besar. PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat menjadi juara saat itu. Partai-partai berbasiskan Islam seperti PKS, PAN, dan PPP hanya mampu menempati posisi papan tengah. Terakhir PBB yang mengklaim sebagai pewaris semangat Masyumi gagal meraih kursi di parlemen.
“Partai-partai nasionalis cenderung mengalami peningkatan dibanding partai-partai berbasis Islam,” ungkap Direktur Eksekutif Indometer (Barometer Politik Indonesia) Leonard Sb, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).
Baca juga: Jokowi Tanya Apa yang Akan Dilakukan Prabowo-Sandi soal Pengembangan eSport? Ini Jawabannya