Sementara itu, di Singapura, antrean panjang juga terjadi antara satu jam di pagi hari dan tiga sampai empat jam di siang hari.
Salah satu penyelenggaraan pemilu di luar negeri yang antrean panjangnya kemudian menjadi viral adalah di Sydney, Australia.
Baca juga: Jelang Pencoblosan, Pemerintah Pastikan Tak Ada Eksodus Warga ke Luar Negeri
Muncul petisi online yang menuntut agar pemilu ulang digelar di Sydney, Australia, dengan alasan "ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak diizinkan melakukan haknya padahal sudah ada antrian panjang di depan TPS Townhall dari siang."
Menurut petisi tersebut, PPLN Sydney dianggap mampu menyelenggarakan pemungutan suara sehingga "antrian tidak bisa berakhir sampai jam 6 sore waktu setempat". Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 25 ribu orang.