Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, W. Sutama mengatakan, pelatihannya bisa dilakukan di balai pelatihan dinas terkait selama 4-5 hari. Pesertanya adalah perwakilan anggota Subak yang mengelola alsintan sebanyak 20 orang.
"Subak yang ada di Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana hampir semuanya menerima bantuan pemerintah alsintan pra panen maupun pasca panen. Alsintan tersebut dikelola melalui Subak. Sebab, Subak ini merupakan organisasi kemasyarakatan yang langsung berhubungan dengan petani,” kata Sutama.
Menurut Sutama, alsintan bantuan Kementan di Jembrana ada juga yang langsung dikelola UPJA. Umumnya, UPJA yang mengelola asintan ini dibentuk dari sejumlah petani.
“Jadi, sebenarnya mau dikelola oleh Subak atau UPJA itu tak ada masalah. Apalagi saat ini sudah banyak UPJA yang didirikan sejumlah petani di sini,” paparnya.
Alsintan yang dikelola anggota Subak umumnya bisa berjalan dengan baik, karena manajemen Subak yang dikembangkan di Bali sudah banyak yang mapan. Sehingga, alsintan yang dikelola lebih mudah dikembangkan.