JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan bertemu dengan calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, ia ingin mengajak agar Prabowo ikut dalam mematangkan demokrasi Indonesia.
"Saya betul-betul memang ingin Pak Prabowo legacy-nya di Indonesia ini sebagai seorang pemimpin yang turut mematangkan demokrasi di Indonesia. Dan menghormati apapun yang diputuskan oleh KPU," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4/2019).
Luhut ingin mengajak semua pihak untuk menghormati demokrasi dan konstitusi Indonesia.
"Kita semua menghormati demokrasi kita dan menghormati konstitusi kita," ujarnya.
Luhut mengimbau semua pihak agar jernih melihat peroalan Pilpres 2019. Menurut dia, para politisi senior harus mampu memberikan demokrasi yang baik untuk masa yang akan datang.
"Kalau kita yang senior-senior ini tidak menghormati, lalu siapa? Itu saja. Jadi saya juga imbau kepada teman teman atau tokoh tokoh elit supaya jernih melihat jangan emosional. Karena kita gak bisa bohongi, digital itu gak bisa dibohongi," lanjutnya.
"Jadi siapapun dia mengatakan begini begitu ,orang akan melihat data data digital yang tidak bisa dibohongi. Dan kalian generasi kalian yang muda kalian akan meneruskan ini," jelasnya.
Luhut juga menyampaikan agar para elit dan politisi senior bisa menahan diri untuk berkomentar untuk hal-hal yang belum jelas kebenarannya. Bahkan, kata dia, Jokowi sebagai Presiden saja tak banyak berkomentar dan memilih untuk fokus bekerja.
"Dan juga kalau saya yang membuat kebohongan, saya membuat keputusan-keputusan yang bertentangan dengan ketentuan itu juga akan diingat oleh generasi kamu. Karena tidak bisa dihapus," tandasnya.
(Awaludin)