Toto menambahkan, debu dan pasir ini merupakan kiriman dari pesisir Pantai Selatan Jawa yang berdampingan dengan NYIA. Kencangnya hembusan angin di kawasan pantai, membuat kedua material tersebut mencapai area bandara.
Kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti Angkasa Pura (AP) 1. Di sisa waktu yang ada sebelum NYIA resmi beroperasi secara terbatas pada akhir April nanti, persoalan tersebut harus segera teratasi.
Menurut dia, kondisi ini sebenarnya lumrah terjadi, terutama bagi bandara yang berlokasi di dekat pantai dan wilayah gurun pasir, seperti yang jamak ditemui di negara-negara Timur Tengah. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pembersihan perlu diintensifkan.
"Yang penting sebelum pesawat datang area sudah dibersihkan. Sebenarnya yang bahaya justru debu gunung berapi, karena lebih merusak, namun pasir pun juga berefeknya ke mesin pesawat, sehingga perlu lebih sering dibersihkan," urainya.
Baca Juga: Segera Beroperasi, Netizen Malah Takut Naik Pesawat dari Bandara NYIA Kulonprogo