Mengintip Petugas Situng KPU Bekerja: Lebih dari 18 Jam Sehari dan Tak Pulang

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 27 April 2019 09:43 WIB
Petugas Situng KPU (Foto: BBC Indonesia)
Share :

PARA petugas situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) Jakarta Pusat bercerita tentang tugas mereka memasukkan data pemilihan presiden dan legislatif, kerja berat yang terkadang sampai lebih dari 18 jam sehari.

Bayu Nuhroho, petugas pemilu di Jakarta Pusat, termasuk di antaranya. Sejak sebelum hari pencoblosoan hingga Jumat 26 April, ia belum pulang bertemu dengan anak istrinya.

Ia terpaksa menginap di tempat data situng Jakarta Pusat. Sejak masa penghitungan suara, Bayu menjadi verifikator bersama empat orang lainnya untuk lebih dari 3.000 Tempat Pemungutan Suara se-Jakarta Pusat.

"Nunggu C1 dari bawah, kita memilah, kita mensortir, kita menginput, memverifikasi, dan jaringan sedang padat juga, lagi puncak-puncaknya, ya sudah kita full 24 jam, kalau dibilang lelah ya lelah, tapi ini tugas," cerita Bayu.

"Kadang kita juga tidur di depan laptop,"tambahnya. "Makanya kantong mata saya tebal," katanya kepada Arin Swandari yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

(Baca Juga: 7 TPS di Bengkulu Gelar Pemungutan Suara Ulang

Jika sudah benar-benar tak tahan, Bayu merebahkan diri di tempat kosong, di tenda seukuran sekitar 10x15 meter yang didirikan di belakang kantor. Sudah tiga hari Bayu bekerja di bawah tenda itu. Sebelumnya Bayu bersama para petugas pemilu se-DKI bekerja bersama di sebuah hotel. Itulah yang kini jadi ruang kerja para petugas situng Jakarta Pusat.

 

Bila petugas situng berhadapan dengan komputer, di lapangan, petugas yang menghitung jumlah suara secara manual tergabung dalam Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS. Sampai Kamis 25 April, petugas KPPS yang meninggal dunia berjumlah 225 orang sementara yang sakit lebih dari 1.400 orang.

Petugas situng juga melakukan tugas yang menguras tenaga, seperti yang diceritakan Saidah yang menjadi operator dan penerima berkas.

Saidah mengaku harus minum vitamin selama menangani hitungan suara agar bisa bertahan. "Saya tidur kalau sudah kelelahan banget. Selama kemarin kami di hotel, saya sampai jam 03:00 pagi maksimal setengah empat saya baru ke kamar."

 

Pukul 08:00 pagi Saidah sudah harus kembali untuk bersiap-siap dan sejam kemudian sudah berada di depan komputer.

"Subuh baru bisa cepat"

Radiansyah yang juga bertugas sebagai verifikator mengatakan, pekerjaan mereka juga tak hanya mengandalkan mata dan konsentrasi.

"Sistemnya kalau server loading-nya lama, kita hanya sedikitnya saja untuk verifikasinya," katanya.

(Baca Juga: Lakukan Pemungutan Suara Ulang, TPS 002 Jakpus Masih Sepi Pemilih

Artinya, jika server KPU lambat lantaran harus menerima hasil verifikasi dari seluruh Indonesia, akan memperlama proses kerja.

"Kalau kita subuh baru bisa cepat," lanjut Radiansyah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya