SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat akan menanggung seluruh beban biaya pendidikan anak dari petugas Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang meninggal dunia saat menjalankan tugas mengawal pesta demokrasi.
"Ada beberapa anak petugas pemilu baik anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pengamanan langsung tempat pemungutan suara (Pamsung TPS) yang masih duduk di bangku SD hingga SMA. Untuk meringankan beban keluarga, Pemkot Sukabumi akan menjamin semua biaya pendidikan anak itu hingga lulus SMA sederajat," kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, dikutip dari Antaranews, Minggu (28/4/2019).
Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada petugas pemilu di Kota Sukabumi yang telah mengerahkan tenaga, pikiran hingga nyawanya demi sukses dan lancar pelaksanaan pemilu.
Selain itu, bantuan ini pun bertujuan agar masa depan anak-anak petugas pemilu bisa terjamin pendidikannya, serta bisa melanjutkan sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik setelah ditinggal orangtuanya saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Hingga saat ini sudah ada tiga petugas pemilu yang meninggal dunia di Kota Sukabumi, seluruhnya akibat kelelahan mulai dari mempersiapkan TPS, pemungutan suara hingga penghitungan suara.