RIYADH – Penjaga pantai Arab Saudi memberikan bantuan kepada sebuah kapal tanker Iran yang mengalami masalah mesin di lepas pantai Jeddah, Laut Merah. Tindakan itu dilakukan setelah Riyadh menerima permintaan untuk memberikan bantuan dari pihak Teheran.
Iran yang telah mengonfirmasi bahwa kapalnya rusak di daerah itu, dan Arab Saudi yang memberikan bantuan adalah dua negara yang berseteru di Timur Tengah, yang mendukung pihak-pihak yang berseberangan di beberapa konflik di kawasan. Namun, hal itu tidak mencegah Arab Saudi memberikan bantuan di saat kapal Iran mengalami kesulitan.
Kantor berita Arab Saudi, SPA mewartakan kapal tanker Iran "Happiness 1" dan 26 awaknya ditemukan 70 km barat daya Pelabuhan Islam Jeddah dan kapten telah meminta derek karena kapalnya mengalami "kegagalan mesin dan kehilangan kontrol".
"Kerajaan menerima permintaan resmi untuk bantuan, melalui delegasi permanennya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, dari daffaires Iran dalam delegasi Iran," demikian laporan SPA mengutip juru bicara penjaga pantai sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (2/5/2019).
"Kerajaan menerima permintaan resmi untuk bantuan, melalui delegasi permanennya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, dari kuasa usaha Iran dalam delegasi Iran," demikian dilaporkan SPA mengutip juru bicara penjaga pantai.
"Semua tindakan pencegahan yang diperlukan diambil untuk keselamatan awak dan untuk memastikan tidak ada kerusakan lingkungan dan untuk memberikan bantuan," tambah laporan tersebut.
Kantor berita kementerian perminyakan Iran, SHANA mengutip Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) mengatakan kapal tanker itu mengalami kerusakan mesin tetapi tidak ada kebocoran isinya ke Laut Merah.
"Pada Selasa, kapal, dengan 26 awak kapal, sedang berlayar di Laut Merah menuju Terusan Suez ketika mesinnya rusak karena kebocoran air ke ruang mesin," kata SHANA. Dikatakan awak kapal terdiri dari 24 warga Iran dan dua warga Bangladesh.
SHANA mengatakan kapal tanker itu sekarang aman tanpa ada cedera yang dilaporkan, dan tidak ada kerusakan lingkungan akibat insiden itu.
(Rahman Asmardika)