Seskab: Pertemuan Jokowi dan AHY Harus Dimaknai Silaturahmi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Jum'at 03 Mei 2019 13:34 WIB
AHY temui Presiden Jokowi di Istana (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan bahwa pertemuan empat mata antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus dimaknai dengan silaturahmi.

Menurut Pram, pertemuan itu baik untuk dilakukan guna menurunkan tensi ketegangan pasca-kontestasi Pilpres 2019.

"Ketiga, menyamakan persepsi apa yang sebenarnya terjadi dengan hal-hal yang dipermasalahkan, diduga dan sebagainya. Misalnya, urusan quick count kan ini sudah menjadi tradisi kita dalam demokrasi sejak tahun 2004 quick count sudah ada," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Pramono menerangkan, selama ini real count yang digunakan dengan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) di website KPU merupakan sebagai referensi alat bantu yang telah ada sejak lama. Dengan begitu, instrumen ini menunjukkan bahwa sistem demokrasi Indonesia telah dewasa.

"Sehingga dengan demikian, pertemuan-pertemuan Presiden dengan mungkin nanti akan dengan tokoh lain dimaknai untuk melihat perspektif yang lebih luas terhadap hal tersebut," imbuhnya.

Pramono melihat ada yang aneh terhadap pihak-pihak yang ingin agar real count Situng didrop. Sebab, demokrasi semakin maju, dan alat kontrolnya pun semakin banyak.

"Kalau Situngnya di-take down misalnya, kan masih ada kawal pemilu yang kurang lebih nanti hasilnya sama. Karena materi perhitungan C1-nya juga sama. Dengan demikian harapannya proses pendewasaan kita terhadap hasil pemilu ini dimaknai jangan karena enggak sesuai harapannya minta dihapus dan sebagainya," ujar Pram.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya