"Sehingga dengan demikian, pertemuan-pertemuan Presiden dengan mungkin nanti akan dengan tokoh lain dimaknai untuk melihat perspektif yang lebih luas terhadap hal tersebut," imbuhnya.
Pramono melihat ada yang aneh terhadap pihak-pihak yang ingin agar real count Situng didrop. Sebab, demokrasi semakin maju, dan alat kontrolnya pun semakin banyak.
"Kalau Situngnya di-take down misalnya, kan masih ada kawal pemilu yang kurang lebih nanti hasilnya sama. Karena materi perhitungan C1-nya juga sama. Dengan demikian harapannya proses pendewasaan kita terhadap hasil pemilu ini dimaknai jangan karena enggak sesuai harapannya minta dihapus dan sebagainya," ujar Pram.
(Rizka Diputra)