Tidak jauh berbeda dengan Babeh dan Chairul, Angga Juhara yang juga pengemudi ojek online di wilayah Bandung, Jawa Barat menyatakan dalam 3 hari ini tidak ada perubahan jumlah penumpang. “Penumpang sih pertama memang kaget karena ada kenaikan, tapi pada akhirnya mereka tidak masalah karena tetap lebih murah daripada ojek pangkalan,” ujar Angga.
Menurut Angga, para driver kini boleh bersenang hati pasalnya kenaikan tarif ini dirasa cukup membantu pemasukan pundi-pundi mereka. “Tapi yang lebih terasa kenaikannya mungkin yang jarak dekat, kalau yang jarak jauh tidak. Alhamdulillah tidak ada penurunan jumlah penumpang, standar aja. Karena masyarakat juga juga memang butuh. Dari sesama driver juga dengan adanya tarif baru dari segi pendapatan ada perbaikan untuk driver jadi agak lumayan,” jelas Angga terkait perubahan tarif ini.
“Harapan kami dari pengemudi ya mudah-mudahan tarif baru ini bisa bertahan tapi kalau memang dirasa mengurangi konsumen ya bisa dicari jalan tengahnya baiknya tarifnya berapa oleh aplikator maupun pemerintah,” kata Angga.
Sementara Babeh berharap agar regulasi ini segera diterapkan secara menyeluruh, “Aturan ini harapannya dapat segera dilakukan oleh aplikator di semua wilayah Indonesia,” ujar Babeh Bewok saat menyampaikan harapannya. Sementara itu, Djoko menambahkan bahwa dengan tarif baru ini diharapkan pendapatan pengemudi pun dapat bertambah mengingat sejak 3 tahun yang lalu para pengemudi ojek online ini sempat memiliki penghasilan yang besarannya diatas Upah Minimum Regional. “Soal tarif ini, kalau memang masyarakat masih menginginkan tarif kendaraan yang lebih murah, ada opsi lainnya yaitu naik angkutan umum sebagai salah satu solusi,” pungkas Djoko.
(Risna Nur Rahayu)