Baratan, Tradisi Sambut Ramadan Sekaligus Mengenang Wafatnya Suami Ratu Kalinyamat

Taufik Budi, Jurnalis
Sabtu 04 Mei 2019 12:02 WIB
Foto Ilustrasi Okezone
Share :

Dilansir dari laman Wikipedia, kata “baratan” berasal dari Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Makmur Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan.

Ritualnya dilaksanakan setelah Salat Maghrib, warga tidak langsung pulang dan menggelar doa bersama. Surat Yasin dibaca tiga kali secara bersama-sama dilanjutkan Salat Isya berjamaah. Kemudian memanjatkan doa Nisfu Syakban dilanjutkan makan nasi puli dan melepas arak-arakan.

Istilah Baratan juga bisa diartikan dari Bahasa Arab, yaitu Baroatan yang bermakna lembaran. Artinya, pada tanggal 15 Syakban merupakan pergantian lembaran catatan amal perbuatan manusia menjelang Bulan Ramadan.

Lembaran tersebut telah habis untuk mencatat amal yang lama sehingga diganti baru. Untuk itu, Ramadan harus diisi dengan berbagai amalan. Maka dengan dinyalakan obor di depan rumah dan membawa obor keliling kampung harapanya catatan amal warga sekampung diharapkan terang atau baik.

Pemerintah Kabupaten Jepara telah memasukkan Baratan dalam agenda pariwisata, sehingga kemasannya diubah agar bisa dinikmati masyarakat. Tradisi Baratan dikemas dengan mengusung tema iring-iringan Ratu Kalinyamat beserta pasukannya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya