Baca Juga: Nyorog, Tradisi Orang Betawi Menyambut Bulan Suci Ramadan
Dalam iven petang megang ini, pejabat seperti Gubernur Riau Wakil Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru dan wakilnya selalu membuka acara. Dengan diiringin musik kompang atau alat keseniayaan Melayu Riau, para pejabat dan warga berjalan menuju area lokasi petang megang.
Setelah memberikan imbauan agar warga memeriahkan penyambutan puasa tidak berlebihan dan menjaga ketertiban, baik Gubernur Riau maupun Wali Kota Pekanbaru mengambil air dalam bak yang sudah dipersiapkan panitia.
Dalam bak itu terdapat bunga dan dedaunan tujuh rupa seperti daun nilam, serai wangi, mayang pinang dan lainnya yang dicampur dengan limau atau jeruk yang sudah dipesiapkan.
Kemudian secara bergantian pejabat menyiramkan air yang sudah dicampur bunga dan harum-haruman kepada sejumlah warga. Puncaknya, warga akan tumpah ruah ke sungai untuk mandi bersama di sungai.
Musik orgen tunggal atau hiburan rakyat mengiringi perayaan mandi bersama ini. Baliau ini juga biasaya di isi dengan lomba menangkap itik di sungai yang lepas panitia.