Diakuinya, dia bersama puluhan anak-anak setempat mengaku senang dengan berkat Bulan Ramadhan. Bahkan, hampir tiap jelang Ramadhan, dirinya panen rizky.
"Tiap mau puasa biasa begini. Ya puji Tuhan, saya senang. Hanya pas terkahir-terakhir itu yanh rame sekali, kayak hari ini,"jelasnya.
Sementara pengguna jasa pembersih makam musiman, ibu Sanusi ditemui mengaku cukup terbantu. Menurutnya malah sangat baik jika anak-anak melakukan pekerjaan halal dengan keringatnya.
"Ini pelajaran yang sangat baik, bekerja keras untuk mendapatkan uang. Dan lagi untuk pererat jalinan kekeluargaan diantara kita," ucapnya.
Dirinya sangat senang, dengan penghasilan yang lumayan tersebut, para anak-anak penjaja jasa bersih makam turut merasakan kebahagiaan datangnya bulan Ramadhan.
"Kami bergembira menyambut puasa, mereka juga merasa bahagia dengan berkat ini. Ya kita berbagilah,"ucapnya.
Kondisi ini tentu perlu terus dijaga dipupuk dan dilestarikan terus menerus. Ditengah perbedaan adat, suku, budaya dan keyakinan, namun bisa bergandengan tangan untuk saling menghormati sesama.
(Angkasa Yudhistira)