"Karena hakikat koalisi itu kan di parlemen. Kita ingin pemerintah berjalan efektif maka parlemen juga harus mayoritas. kalau Demokrat ingin gabung di TKN kita dengan senang hati, welcome, tidak menolak. Soal komposisi seperti apa akan ada pembicaraan selanjutnya," paparnya
Kendati demikian, Ahmad Rofiq sendiri mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada pembicaraan internal antara pihak Partai Demokrat dengan TKN pasca pertemuam antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jokowi beberapa waktu lalu.
"Masih belum ada langkah antara partai dengan TKN. Ini baru personal. Tapi denga pertemuan itu diharapkan mampu meredam situasi dan membuat suasana makin kondusif. Yang menjadi problem hari ini adalah kelompok kalah telah organisir opini pemilu hari ini curang," terang Rofiq.
"Dengan adanya demokrat gabung TKN, kepada pak Jokowi ini pesan demokrat tidak lagi sejalan dengan mereka. Demokrat ingin berpolitik lebih jernih, konstitusional, mendukung pada yang menang adalah pilihan yang cermat dan bijak," tutupnya.
(Awaludin)