Sebelumnya di hari yang sama, seorang pria yang membawa senjata yang mengaku akan melakukan pertemuan dengan Macri ditangkap ketika mencoba memasuki istana. Petugas keamanan mengatakan Francisco Ariel Muniz, 36 tahun, mencoba memasuki gedung dengan revolver .44 Magnum Taurus di dalam tas kerjanya.
Setelah para petugas mengonfirmasi bahwa dia tidak memiliki jadwal pertemuan dengan Macri, Muniz mencoba untuk meninggalkan tas kerjanya dan ditahan oleh petugas keamanan. Menteri Keamanan Patricia Bullrich mengatakan dalam sebuah tweet bahwa pistol itu tidak diisi peluru.
Pekan lalu sebuah serangan di luar Kongres Argentina menyebabkan kematian seorang anggota parlemen senior dan seorang ajudannya. Pejabat lokal dan media telah menunjukkan motif di balik penembakan "gaya mafia" itu bersifat pribadi daripada politik.
(Rahman Asmardika)