Pesona Bangunan ala Maroko dan Turki di Masjid Kubah Kaca Tangerang

Anggun Tifani, Jurnalis
Sabtu 18 Mei 2019 15:08 WIB
Pesona Bangunan ala Maroko dan Turki di Masjid Kubah Kaca Tangerang (foto: Anggun Tifani/Okezone)
Share :

TANGERANG - Tak perlu jauh-jauh untuk mendatangi Turki jikalau ingin melihat Masjid Biru dan Masjid Hassan II yang berada di Maroko. Pesona dua masjid tersebut, ternyara bisa kita lihat di Masjid Sari Asih, Jalan Imam Bonjol, Pos, Karawaci, Kota Tangerang.

Nuansa ala Masjid biru di Turki, terdapat pada seluruh bagian warna yang menjadi khas Masjid Sari Asih Tangerang. Selain itu, ornamen khas Maroko Afrika Utara pun, terasa selaras untuk dipadu padankan menjadi sebuah bangunan rumah ibadah yang tentunya sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata religi.

Baca Juga: Mengisi Ramadan dengan Berwisata Religi ke Masjid Tua & Bersejarah di Bekasi

 

Sang inisiator pembangunan masjid, yakni Siti Rochayah, yang merupakan ibu dari Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, diketahui memang sengaja ingin membangun sebuah masjid yang unik.

Masjid, yang kerap digunakan oleh karyawan RS Sari Asih Karawaci ini, tepatnya diresmikan pada 31 Januari 2018. Sementara pembangunannya membutuhkan waktu dua tahun, yakni sejak 1Juni 2016.

Masjid yang berlokasi tepat di pinggir jalan ini, memiliki luas bangunan 1.600 meter persegi masjid, serta mampu menampung kurang lebih 800 jemaah.

Kepala Pengawas Bangunan RS Sari Asih Group, sekaligus arsitek yang membangun masjid ini, Daud R mengatakan, bahwa selama masa pembangunan pihaknya tak terlalu menemui kesulitan.

Diungkapkannya, bahwa kaca pada kubah yang ada pada 7 menara masjid ini, merupakan kaca yang dapat menyerap panas. "Jadi kalau di dalam, kita tidak merasa kepanasan, walaupun di luar lagi terik," ungkapnya, saat ditemui Okezone.

 

Melalui kubah lava tersebut, pada siang hari kita akan langsung diterangi oleh cahaya matahari. Sementara malam harinya, jemaah yang hadir kemungkinan dapat merasakan masuknya pancaran cahaya bulan ke dalam ruangan masjid.

Untuk pemilihan warna biru sebagai ciri khas masjid, hal itu diharapkan dapat memberi kesan sejuk pada masjid. Selain itu, nampak juga berbagai hiasan kaligrafi di beberapa sudut masjid, yang tentu menambah nilai estetika tersendiri.

Daud mengatakan, meskipun dalam pembangunan masjid ini berkiblat pada Maroko dan Turki, namun material masjid yang khas dengan nuansa keramik biru ini, banyak yang merupakan produk lokal.

"Pintu yang ada ukirannya itu, beserta gagangnya kita pesan dari Jepara. Untuk keramiknya, sebetulnya ini dari Spanyol tapi karena stoknya kurang, kita buat sendiri dengan motif yang sama, kita buatnya di pabrik keramik di Curug, di Kabupaten (Tangerang)," paparnya.

 

Ditambahkannya, bahwa hal lain yang paling menarik pada masjid ini, juga nampak pada bangunan mihrabnya. "Kalau diperhatikan itu, di situ ornamennya kerasa banget khas Timur Tengah. Terus juga kaligrafinya makin melengkapi estetika tersendiri," katanya.

Bukan untuk sekadar membuat rumah ibadah yang memiliki bangunan indah, ternyata Masjid Sari Asih Tangerang dibangun untuk memenuhi permintaan para warga sekitar Kelurahan Sukajadi, Karawaci, Kota Tangerang.

Marketing Communication RS Sari Asih Group Akhmad Khoirudin mengatakan, sebelumnya jarang ada bangunan masjid besar di sekitar wilayah Sukajadi. Untuk itu, pihaknya membangun masjid yang dapat lebih banyak menampung jemaah, serta mudah dijangkau oleh warga.

"Warga sebelumya kalau mau ke masjid itu jaraknya jauh banget dari sekitar lingkungan sini. Apalagi kalau salat Jum'at itu kan perlu banget bangunan masjid yang cukup besar," ucap Akhmad.

 

Menurutnya, masjid ini pun sangat cocok untuk dijadikan lokasi wisata religi yang instagramable. "Iya masjid ini terbuka lebar untuk semua masyarakat. Cocok banget juga buat mereka yang ingin berwisata religi sambil nambah koleksi foto buat di Instagram, bisa sekalian juga sambil ibadah di sini," ucapnya.

Baca Juga: Masjid Cut Meutia, Bangunan Putih Peninggalan Belanda di Batavia 

Lanjut Akhmad, ia mengatakan, bahwa pemilik rumah sakit, Siti Rochayah juga mengharapkan, adanya masjid ini dapat dikunjungi oleh pengunjung RS, yang mengharapkan kesembuhan keluarga atau sanak saudaranya, agar mereka dapat bermunajat di dalam masjid.

"Kita memang sengaja ingin bangun masjid yang ada di dekat RS. Karena kita targetnya, jemaahnya selain dari karyawan dan masyarakat sini, tapi juga datang dari orang-orang yang sedang menjenguk ke RS. Kita percaya kesembuhan datang bukan dari secara medis aja, tapi juga insyaAllah dari ikhtiar doa-doa pengunjung rumah sakit," harapnya.

 

Pada bulan ramadhan, masjid ini pun aktif dengan segala macam kegiatan beribadah diantaranya, pembagian takjil gratis, kultum, tadarus, kajian baca Alquran, sahur bersama dan banyak kegiatan lainnya.

Bagi jemaah yang datang dengan menggunakan mobil atau pun motor, dapat langsung memarkirkan kendaraannya di sisi depan masjid, tepatnya di samping pelataran RS Sari Asih Tangerang.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya