Namun demikian, ia melihat seruan people power tidak menganggu stabilitas negara sepanjang pelaksanaannya masih dalam koridor konstitusi. Sebab, dalam negara demokrasi lanjutnya, kebebasan menyatakan pendapat sudah dijamin. Asalkan itu dilakukan dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Demokrasi, menurut Akbar, juga meniscayakan terjadinya perbedaan pandangan politik yang memungkinkan terjadinya konflik. Karena itu, kemampuan mengelola konflik sangat dibutuhkan agar kondusivitas tetap terjaga. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati.
"Saya yakin apapun yang terjadi, sejauh kita menghormati konstitusi, perbedaan-perbedaan itu akan dapat kita selesaikan, dan kita harus menghormati ini karena akan meningkatkan kualitas demokrasi kita," ucapnya.
(Rizka Diputra)