Dia menjelaskan, kemenangan Jokowi sewajarnya di kisaran angka 60-65 persen, tapi diketahui bersama elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tergerus oleh hoax atau berita bohong yang bertubi-tubi ditembakkan pasangan lawan.
Oleh karena itu, kemenangan ini sungguh bernilai. Kemenangan yang lahir sebagai buah dari peluh, segala jerih lelah dibalut ketegaran dan ketabahan menghadapi berbagai hujatan, hasutan, aneka fitnah dan berbagai ancaman fisik.
"Dengan didukung penuh oleh Pak KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden yang menjadikan dwitunggal Umara dan Ulama, Umara dan Ulama kami optimistis Indonesia akan semakin maju, sejahtera dan bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kami relawan Arus Bawah Jokowi, bertekad bulat menjaga dan mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," urainya.
Umbas menambahkan, saatnya seluruh komponen bangsa kembali bersatu dan membangun Indonesia semakin maju usai kontestasi Pilpres 2019 selesai.
"Mari menatap ke depan demi masa depan rakyat, bangsa, dan negara. Jokowi-Ma'ruf tentu tak akan membeda-bedakan perhatian kepada rakyat. Sebab, keduanya merupakan Presiden dan Wakil Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.