TANGERANG – Tingginya pergerakan kendaraan dan animo masyarakat melaksanakan mudik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menggelar Sosialisasi Keselamatan Mudik Lebaran Tahun 2019 di rest area Jalan Tol Jakarta – Merak KM 13,5 pada Jumat (24/5). Sosialiasi dengan tema “Mudik Bareng Asyik Lancar” tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian dan dukungan pemerintah dalam melaksanakan program mudik gratis.
“Dalam Sosialisasi keselamatan ini, kami juga mengadakan pemeriksaan lampu bagi kendaraan angkutan barang. Apabila ditemukan lampu utama kendaraan mati, maka akan dilakukan pengecekan dan penggantian bohlam secara gratis dan juga dilakukan pemasangan Alat Pemantul Cahaya Tambahan (APCT) bagi kendaraan, yang bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan terutama tabrak belakang – depan,” ujar Direktur Sarana Transportasi Jalan, Sigit Irfansyah.
Menjelang mudik Lebaran 2019 ini, diprediksi jumlah pemudik sebanyak 14,9 juta orang, yaitu 44,1% dari total penduduk Jabodetabek. Maka selain mudik gratis menggunakan bus, kereta api, dan kapal, disediakan pula kuota mudik gratis tambahan menggunakan kapal milik Kemenhub dan TNI-AL. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak menggunakan kendaraan pribadi terutama kendaraan roda dua dan beralih menggunakan angkutan umum untuk meningkatkan keselamatan.
Selain itu, Pemerintah juga telah menyusun beberapa skema pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan untuk mengurai tingginya pergerakan kendaraan keluar Jabodetabek, yaitu dengan menerapkan sistem satu arah (One Way) mulai dari Tol Cikarang Utama (Km 29) sampai dengan Tol Brebes Barat (Km 262). Dan mulai dari Palimanan (Km 189) hingga Cikarang Utama (Km 29) untuk arus balik.
Tak hanya itu, ada juga imbauan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terkait skema kebijakan ganjil/genap di Lintas Merak-Bakauheni.