Sarwo mencontohkan, jika pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia (cangkul), maka dalam 1 ha sawah diperlukan 30-40 orang, lama pengerjaannya 240-400 jam/ha, sedangkan biayanya mencapau Rp2 juta - Rp2,5 juta/ha. Sementara dengan alsintan (traktor tangan), hanya diperlukan tenaga kerja 2 orang, jumlah jam kerja hanya 16 jam/ha dan biayanya Rp900 ribu - Rp1,2 juta ha.
Begitu juga saat panen. Jika menggunakan alsintan ungkap Sarwo, hanya perlu 3 jam sudah selesai, sedangkan kalau menggunakan tenaga manusia perlu waktu 1 minggu. Keuntungan lainnya adalah saat tanam bisa serentak, karena pengolahan lahan bisa cepat, sehingga petani bisa tanam 3 kali setahun.
“Dengan mekanisasi kita juga bisa selamatkan kehilangan hasil panen. Mutu hasil juga meningkat, karena hasil panen relatif lebih bersih,” katanya. “Faktor-faktor tersebut secara langsung akan meningkatkan produktivitas tanaman,” tambah Sarwo.
(Risna Nur Rahayu)