Menurutnya, Presiden Jokowi mempunyai kartu truf yang bisa menjembatani konflik politik saat ini. Dia adalah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, menteri Pertahanan. Alumni Akabri tahun 1974 ini adalah satu angkatan dengan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto.
“Pertama, Kenapa Ryamizard? Mantan KSAD ini bisa memecahkan kebuntuan dengan "Diplomasi Satu Kamar" yang dimilikinya. Kedekatan karena satu leting pasti lebih mengenal seluk beluk masing-masing pribadi, antara Ryamizard dan Prabowo. Hal ini yang tak dimiliki "Juru Runding" Jokowi lainnya. Personal approach atau pendekatan pribadi dari Ryamizard bisa menjadi kunci utama. Ini bisa menjadi poin penting dalam berkomunikasi dengan Prabowo,” bebernya.
Kedua, Ryamizard Ryacudu, sejak pensiun, dalam kontestasi politik dinilai sebagai Jenderal yang tak gampang mengumbar rivalitas dengan mengeluarkan statement kontroversial kepada lawan politik Jokowi.
“Mantan Pangkostrad itu terkenal Jenderal 'profesional' bekerja sesuai tupoksinya. Jiwa negarawan itu yang dimiliki Ryamizard, sama halnya yang dimiliki oleh Prabowo. Chemistry ini yang dimiliki Ryamizard Ryacudu untuk melunakkan Prabowo Subianto,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)