Badak Sumatera dulunya hidup mengembara dari kaki Pegunungan Himalaya di Bhutan dan timur laut India, melalui China bagian selatan, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Melayu, hingga kemudian menetap di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Oleh lembaga Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN), badak Sumatera dikategorikan sebagai hewan terancam punah.
IUCN mengatakan perburuan badak secara berlebihan untuk diambil culanya sebagai produk obat-obatan menyebabkan hewan itu terancam punah.
Selain di alam liar, badak Sumatera ditangkar di Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat.
(Qur'anul Hidayat)