"Dari 19 orang yang dirawat hingga tanggal 28 Mei ini 3 orang yang masih dirawat dan luka-luka atau trauma yang dialami oleh anggota Polri tersebut yang pertama adalah faktor di cidera kepalanya, jadi cidera kepala," ujar Yoyok saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).
"Kemudian yang kedua ada patah tulang, patah tulang ada di daerah lengan kemudian ada patah tulang di jari. Kemudian rata rata dari anggota polisi, ada sinkup ya, atau pingsan setelah kena lemparan kembang api sama petasan, tapi dari 19 orang tersebut saat ini kondisinya sudah mulai membaik, dan tinggal 3 yang masih dirawat," paparnya.
Tak hanya anggota kepolisian, terdapat juga masyarakat yang menjadi korban dari aksi 22 Mei tersebut. Yoyok Witarto menyebutkan bahwa data terkini masyarakat yang masih dirawat di RS Polri sebanyak 14 orang.
"Ya ada masyarakat, kemarin ada 31. (Sekarang) Ada 14 orang," pungkas Yoyok Witarto.
(Awaludin)