6. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva
Vihara Ksitigarbha Bodhisattva merupakan tempat beribadah umat Budha yang juga menjadi destinasi wisata religi di Kota Tanjungpinang.
Vihara ini digadang-gadang sebagai vihara terbesar di Asia tenggara setelah China. Pembangunan vihara ini berlangsung selama 14 tahun.
Memiliki 500 patung Lohan dengan berbagai ekpresi wajah, dan juga terdapat 40 lebih patung dewa-dewa dalam kepercayaan Budha.
Masyarakat sekitar lebih kenal dengan sebutan vihara seribu patung atau seribu wajah. Pembuat patung-patung tersebut kabarnya langsung dari seniman Tiongkok.
Vihara Ksitigarbha Bodhisattva terletak persis di sebelah Barat Kota Tanjungpinang . Berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota dengan waktu tempuh 20 menit.
7. Tugu Pensil
Taman Tugu Pensil adalah sebuah tugu berbentuk pensil, dibangun sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kota Tanjungpinang yang dapat membebaskan daerahnya dari buta huruf melalui program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada tahun 1960-an.
Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Lokasinya yang berada di tepian pantai dahulu disebut daerah Kampung Jawa.
Tugu Pensil berbentuk tugu putih tegak berdiri dengan ujung tugu seperti ujung pensil yang runcing dan disertai bagian bawah yang tidak langsung menyentuh tanah namun diberi alas limas terbalik.
Tugu ini dirancang oleh putra daerah bernama Nizar Nasir. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada pertengahan1962 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prijono.
8. Pantai Tanjung Siambang
Pantai Tanjung Siambang berada di Pulau Dompak. Yang dikenal juga dengan sebutan pantai Sri Arjana. Hamparan bibir pantai yang terbilang aman dari ombak besar, menjadi tempat bermain anak-anak. Ada juga yang berkarang mencari siput atau kerang-kerang.