Dalam tanggapannya, Duta Besar Suriah Tamman Sulaiman memuji Indonesia yang walaupun bukan negara Islam tetapi sangat berkomitmen dalam menjalankan ajaran Islam. Ia juga memuji Indonesia selalu mendukung perjuangan negara Islam, termasuk dalam masalah Palestina. Demikian pula Duta Besar Iran Seyed Mohsen Emadi mengakui dan memuji peranan Indonesia di PBB, khususnya dalam Komite Perlucutan Senjata.
Sementara istri Duta Besar RI Elisabeth Napitupulu mengatakan bahwa menyajikan makanan untuk Idul Fitri di Korea Utara mempunyai tantantangan tersendiri dan tidak mudah.
"Soalnya ketersediaan bumbu khas Indonesia sangat terbatas. Kita juga harus memastikan kehalalan bahan makanan yang kita masak sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Muslim tamu undangan open house. Oleh karena itu, sebagian bumbu harus kita datangkan dari Hong Kong dan Thailand. Sedangkan daging halal didapatkan dari pemotongan sendiri atau toko-toko tertentu di Pyongyang," ungkap Elisabeth.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Korea Utara dilaksanakan pada 5 Juni 2019 di Masjid Kompleks Kedubes Iran di Pyongyang dan diikuti puluhan masyarakat Muslim asing yang bekerja di kedutaan besar asing, organisasi internasional, serta perusahaan telekomunikasi di Korea Utara.
(Hantoro)