Selain Purbalingga, desa yang berpotensi mengalami bencana kekeringan juga berada di wilayah Cilacap, Banyumas, Jepara, Pemalang, dan Temanggung. Bahkan Cilacap menempati urutan kedua sebagai kabupaten yang memiliki jumlah desa terbanyak yang berisiko mengalami bencana kekeringan, yakni 18 desa, disusul Banyumas dengan 17 desa, Jepara 16 desa, serta Pemalang dan Temanggung dengan 15 desa.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang per 31 Mei 2019, hampir seluruh wilayah di Jateng telah memasuki musim kemarau. Masuknya musim kemarau itu ditandai dengan tidak adanya hujan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan, ada beberapa daerah di Jateng yang sudah masuk kategori ekstrem atau dua bulan lebih tanpa diguyur hujan (60 hari).
“Sudah ada beberapa daerah di Jateng yang tergolong lama tidak diguyur hujan, yakni 31-60 hari. Kebanyakan daerah itu ada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kalau untuk Jateng bagian utara masih relatif sedang [11-20 hari],” ujar Iis
(Khafid Mardiyansyah)