Presiden Trump memberlakukan kebijakan keras terhadap Iran dan menuduhnya sebagai kekuatan yang mengganggu di Timur Tengah.
Namun Iran menepis tuduhan itu dan sebaliknya menuduh AS menunjukkan tingkah laku agresif.
Ketegangan semakin meningkat setelah serangan ranjau terhadap empat kapal di perairan Uni Emirat Arab pada tanggal 12 Mei.
Uni Emirat Arab menyalahkan "aktor negara" atas serangan itu. AS menyebut sang aktornya adalah Iran, tetapi Iran membantahnya.
Uni Eropa menyerukan agar semua pihak "menahan diri semaksimal mungkin" terkait dengan ledakan di dua kapal minyak.
Sementara Paolo d'Amico, ketua Persatuan Pemilik Kapal Tanker, Intertanko, mengatakan dua kapal telah diserang, dan menyampaikan kekhawatiran tentang bahaya yang mungkin dialami kru yang lain.
"Jika wilayah perairan itu semakin tidak aman, pasok minyak ke semua negara Barat dapat terancam," kata Paolo d'Amico.
(Qur'anul Hidayat)