Ia pun menilai Menteri Amran dan jajarannya juga sangat tanggap dalam penanggulangan bencana. Sebab setiap kali ada bencana, Amran langsung turun tangan. "Menariknya, prestasi-prestasi yang ditorehkan Kementan ini diraih saat anggaran belanja untuk sektor pertanian setiap tahunnya selalu dipangkas," jelas Michael.
“Di 2015 itu berikut APBN Perubahan (Kementan) dapatnya Rp32 triliun lebih. Pada 2016 Rp27,6 triliun, 2017 Rp24 triliun, 2018 Rp21,68 triliun, dan 2019 Rp20.53 triliun. Seharusnya apa yang dicapai Mentan ini harus mendapat apresiasi dari bendahara negara yaitu menteri keuangan,” imbuhnya.
Michael meyakini bahwa capaian tersebut tidak mungkin diraih dengan cara instan dan spontan. Seingat dia, sosok Amran adalah tipikal Menteri yang selalu siap pasang badan demi terwujudnya kedaulatan pangan. Untuk itu, dengan sederet prestasi Amran ini, Michael tak ragu mendukung Amran tetap dipertahankan untuk menduduki menteri.
"Dulu pada saat Pak SBY (Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono), menteri strategis itu adalah PUPR dan Pak Djoko (Djoko Kirmanto) dua kali. Rasa-rasanya Menteri PUPR sekarang, Pak Basuki (Basuki Hadimuljono) mungkin tetap dan kalau itu diikuitkan juga Pak Amran, mungkin Mentan akan dua kali juga karena prestasi luar biasa,” tegasnya.
Setali dengan Michael, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo juga memberikan apresiasi atas Predikat WTP dari BPK yang diraih Kementan. "Saya menyampaikan terima kasih karena kerjasama kita sangat luar bisa. Di tangan dingin bapak, pertanian kita jauh lebih baik. Kami merasa bangga Bapak Menteri sudah kerja keras. Tentu kita berharap Bapak terus bertahan menjadi Mentan di Periode berikutnya," kata Edy.