Air Keruh dan Berlumut Jadi Harta Berharga Warga NTT saat Kemarau

Adi Rianghepat, Jurnalis
Sabtu 22 Juni 2019 09:30 WIB
Share :

Bangun 7 Bendungan

Tentunya keluhan warga sepanjang tahun itu mulai perlahan dijawab pemerintah bahkan harus ditangani pemerintah pusat.

Presiden Joko Widodo bahkan telah menyetujui pembangunan 7 bendungan di NTT untuk mengatasi krisis air bersih di provinsi selaksa nusa itu. Selain itu dengan bendungan itu, perekonomian masyarakat di NTT bisa terus ditumbuhkan menuju sejahtera.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) menyebutkan dari 7 bendungan tersebut akan menampung 188 juta metrik kubik (m3) air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik, dan pariwisata.

Pembangunan 7 bendungan tersebut bagian dari 49 bendungan yang diprogramkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Biaya pembangunan 7 bendungan tersebut sebesar Rp5,9 triliun dan sangat penting bagi masyarakat NTT yang kerap mengalami kekurangan air.

Sebanyak 7 bendungan itu masing-masing, Bendungan Raknamo, Rotiklot, Manikin, Temef dan Kolhua. Selanjutnya Napun Gete di Kabupaten Sikka Flores dan Mbay. Dari 7 bendungan, dua bendungan telah selesai yaitu Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu.

Bendungan Raknamo dimulai pembangunannya (groundbreaking) oleh Presiden Jokowi pada tanggal 20 Desember 2014 dan diresmikan pengisiannya oleh Presiden pada 9 Januari 2018. Penyelesaian pembangunan bendungan ini lebih cepat 13 bulan dari target semula yakni Januari 2019.

Tentu ada harapan baru dengan 7 bendungan yang diinisiasi Presiden Joko Widodo tersebut. Ada asa di balik 7 bendungan itu tidak hanya untuk para petani, namun juga bagi seluruh warga yang mendiami bumi Flobamora yang terkenal kering karena kemarau panjangnya yang ekstrem saban tahun.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya