Menurut Gatot, Untar akan memaparkan dua permasalahan kota besar seperti Jakarta dalam forum internasional ini. Topik pertama yang diunsung Untar yakni mengenai lahan permukiman yang mahal serta minimnya ruang terbuka untuk publik.
"Masalah mengenai tanah yang semakian mahal sehingga orang tinggal di Jakarta semakin sulit, akhirnya timbulah orang terpaksa tinggal di luar kota. Itu (lahan mahal) juga mempersulit adanya publik area yang bisa dinikmat orang banyak," ucap Gatot.
Kemudian ia juga menyoroti masalah lalu lintas yang tak kunjung teratasi. "Kemudian yang kedua yang jadi persoalan orang banyak adalah mengenai traffic, mengenai lalu lintas yang sampai sekarang itu solusinya belum terlalu kelihatanlah. Dua isu itulah nanti yang barang kali dalam kaitan Beyond Resilience juga menjadi pertimbangan bisa diselesaikan," tutur Gatot.
Secara umum Gatot berharap penyelenggaraan IFoU ke-12 ini menghasilkan suatu pemikiran untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang timbul dalam pembangunan perkotaan di dunia. "Ini internasional forum, jadi seharusnya (hasilnya) juga dinikmati oleh kota-kota besar lain di dunia," pungkasnya. (Adv)
(Abu Sahma Pane)