Donald Trump: Amerika Serikat Tidak Ingin Berperang dengan Iran

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 24 Juni 2019 11:35 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto/Reuters
Share :

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak ingin berperang dengan Iran, dan bersedia melakukan perundingan dengan para pemimpin negara itu.

Namun ia menekankan Iran tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar.

Dalam program “Meet the Press” di stasiun televisi NBC, Trump mengatakan jika Amerika ingin berperang dengan Iran, “ini akan menjadi kehancuran yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.”

“Tetapi,” tambahnya, “saya tidak ingin melakukan hal itu.”

Pemimpin Amerika itu mengatakan “mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Jika ingin bicara tentang itu, bagus. Jika tidak, mereka bisa hidup dalam kondisi ekonomi yang hancur untuk waktu lama.”

BacaDrone AS Ditembak, Trump Setuju Serangan Balasan ke Iran

Pernyataan Trump, yang direkam hari Jumat (21/6), diudarakan setelah hari Sabtu (22/6) ia – tanpa merinci apapun – mengumumkan berencana memberlakukan sanksi-sanksi “besar” yang baru terhadap Iran hari Senin ini (24/6). Trump mengatakan sanksi akan dijatuhkan begitu negara itu menjadi “produktif dan makmur lagi.”

Dua pejabat penting lainnya, yaitu Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Wakil Presiden Mike Pence, juga mengeluarkan peringatan baru terhadap Iran tentang keputusan Trump pada saat-saat terakhir untuk tidak melakukan pembalasan secara militer terhadap serangan atas pesawat nirawak Amerika di dekat Selat Hormuz hari Kamis (20/6). Keputusan Trump ini seharusnya tidak dipandang sebagai tanda “kelemahan.”

BacaAS Akan Kerahkan Pasukan Tambahan di Tengah Ketegangan dengan Iran

“Baik Iran maupun aktor-aktor jahat lain seharusnya tidak salah menilai kehati-hatian dan kebijaksanaan Amerika sebagai suatu kelemahan,” ujar Bolton di Yerusalem, menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sementara Mike Pence mengatakan kepada jaringan televisi CNN, “Iran seharusnya tidak menilai sikap menahan diri ini sebagai tekad yang kurang. Ini adalah presiden yang mengharapkan yang terbaik bagi rakyat Iran, tetapi kami akan bertahan atas provokasi mereka.”

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya