GUNUNGKIDUL – Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah dilanda kekeringan yaitu Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan. Sebagian kecamatan tersebut sudah mempunyai armada tangki dan anggaran untuk mengatasi kesulitan air, tetapi karena luasnya wilayah yang kekeringan, masih diperlukan bantuan pasokan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
"Mulai 1 Juni lalu BPBD sudah mengirimkan bantuan air setiap hari empat rit," kata Kepala BPBD Gunungkidul Edi Basuki, seperti dikutip dari KR Jogja, Selasa (25/6/2019).
(Baca juga: Kambing Milik Warga Gunungkidul Mati Misterius, Diduga Diterkam Binatang Buas)
Musim kemarau 2019 berlangsung lebih cepat dari biasanya. Tahun-tahun sebelummya, pada Mei dan Juni masih ada hujan susulan, sehingga baru beberapa kecamatan dan desa yang kesulitan air. Tetapi tahun ini, mulai 1 Juni, ada 10 kecamatan yang minta pasokan air.
Sementara jumlah anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp530 juta. Dengan demikian diperkirakan dana tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air sampai musim hujan. Sebab dalam kondisi normal, hujan kemungkinan baru akan turun pada Oktober.