Harga Ayam Potong di Peternak Naik, Kementan Pastikan Harga di Konsumen Stabil

, Jurnalis
Selasa 02 Juli 2019 15:06 WIB
Foto: Kementan
Share :

JAKARTA - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani mengatakan ada kenaikan harga ayam hidup atau live bird (LB) di tingkat peternak sejak beberapa hari terakhir. Harganya kini Rp17.000 sampai Rp18.000 dari yang sebelumnya sempat anjlok di angka Rp8.000

Kenaikan harga ayam potong di tingkat peternak pun disambut baik oleh para peternak, yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang memang sempat mengalami penurunan harga ayam potong di tingkat peternak.

"Alhamdulillah kemarin harga di Bogor sudah Rp17.000 tergantung lokasi, dan hari ini dicoba menuju ke 18.000," kata Alvino Wakil Sekjen Perhimpunan Peternakan Unggas Nusantara (PPUN).

Sementara Parjuni, Ketua Pinsar Jawa Tengah menyampaikan bahwa harga LB di Jateng sudah mencapai harga Rp17.000 - Rp18.000. Begitu pun dengan pengakuan Munawir, peternak ayam broiler dari Pasuruan yang menyatakan harga LB terus membaik, saat ini sudah mencapai Rp17.000.

"Terima kasih saat ini harga sudah membaik, berkat bantuan bapak kami sudah bisa bernafas. Mudah-mudahan dengan program-program lanjutan akan menjadi lebih baik lagi perunggasan di Indonesia," ujar peternak Sidoagung Jateng kepada I Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian (Kementan), Sugiono menjelaskan bahwa kenaikan ayam potong di tingkat peternak yang berlangsung sejak tiga hari lalu tidak akan berpengaruh pada kondisi harga ayam daging di tingkat konsumen.

"Tidak ada pengaruhnya karena harga ayam hidup di peternak sama harga daging di konsumen itu beda acuanya," ujar Sugiono, Selasa (2/7/2019).

Sugiono mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir dengan kenaikan yang terjadi pada ayam potong di tingkat peternak. Sebaliknya, semua pihak harus bisa menjaga kondisi ini agar bertahan selama mungkin.

"Kalau bisa kenaikan ini terkendali supaya kesejahteraan peternak juga meningkat dan konsumen senang. Kalau harga di pasaran harus stabil terus. Itulah yang kita harapkan bersama," katanya.

Sementara untuk kondisi harga yang mengalami disparitas, Sugiono berharap ada tindakan tegas dari penegak hukum kepolisian, KPPU, maupun pengawas di kementerian lain kepada broker yang 'bermain' di hilir.

"Mereka yang mempermainkan harga harus ditindak tegas karena sangat merugikan masyarakat. Artinya kalau masih ada yang begitu harus ditindak tegas baik pidana maupun sangsi lainya," katanya.

Sementara di sisi produksi, kata Sugiono, tiga provinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah masih mendominasi usaha peternakan ayam rakyat. Dari tiga daerah ini, populasi ayam terus surplus hingga harus dilakukan pengiriman ke daerah lain.

"Tapi sekarang di luar pulau Jawa, seperti di Papua, Kalimantan dan daerah lain juga mulai menunjukan perkembangan ternak yang sangat baik. Tentu ke depan wilayah lain juga menjadi sentra demi terwujudnya pemerataan," katanya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya