Pemilik peternakan ayam pun menyambut baik rencana kerja sama ini karena mereka memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan, serta mendapat jaringan pasar baru selain yang selama ini menjual langsung ke pasar terdekat.
"Alhamdulillah, pemerintah selalu peduli terhadap kami selaku peternak mandiri dengan bekerjasama melalui pembelian ayam yang akan rutin dikirim ke TTIC Jakarta dan TTI di Jabodetabek. Kami merasa semangat lagi untuk meneruskan usaha kami, dan berharap hal ini dapat terus berjalan," jelas Sugeng sang pemilik peternakan dengan penuh semangat.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH, Fini Murfiani, menyampaikan bahwa Ditjen PKH telah memetakan informasi peternak mandiri khususnya di wilayah sentra produksi ayam potong. Para peternak ini juga selalu mendapatkan pendampingan dari Ditjen PKH.
Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri, turut memperkuat yang disampaikan Kepala BKP bahwa kerjasama ini sebagai bentuk peduli pemerintah terhadap usaha peternakan mandiri yang saat ini harus bersaing hidup dengan peternak milik perusahaan dan sebagai pihak yang paling terpuruk merasakan dampak penurunan harga ayam.
"Semoga kerjasama ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peternak ayam mandiri agar mereka bangkit lagi, bersemangat lagi menjalankan usahanya. Dengan demikian TTIC dan TTI mendapat jaminan pasokan daging ayam, peternak mendapatkan harga sesuai HAP, dan konsumen mendapat harga yang wajar, karena ayam langsung dibeli dari peternak sehingga memutus rantai pemasaran" pungkas Risfaheri.
(Risna Nur Rahayu)