Soal Manuver Bamsoet, Sekjen Golkar: Berpolitik yang Santun

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 03 Juli 2019 04:45 WIB
Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus mengomentari manuver politik Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menyebut pencabutan dukungan DPD Golkar DKI Jakarta kepadanya karena adanya ancaman.

"Itulah risiko partai modern. Itu konsekuensi logis yang kita harus tanggung," kata Lodewijk di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2019) malam.

Lodewijk menilai, seluruh kader beringin mempunyai tujuan yang sama dan ingin membesarkan partainya kendati adanya persaingan antara Bamsoet dan Airlangga Hartanto dalam Munas Golkar mendatang.

"Saat mereka membawa visi dan misi, di situ terjadi perbedaan dan otomatis mencari pendukung. Kita berharap, banyak sarana komunikasi, Pak Bamsoet kan juga pengurus di DPP Golkar. Ada rapat, nanti diberikanlah (komunikasi). Suasananya otomatis akan cair," katanya.

Baca Juga: Diksi Rizal Mallarangeng soal Caketum Partai Golkar Dinilai Kurang Tepat

Lodewijk juga memastikan bahwa Bamsoet yang merupakan Ketua DPR itu masih kerap hadir dalam rapat-rapat pleno yang digelar Partai Golkar.

Ia pun berharap, seluruh pihak yang akan maju sebagai calon ketua umum pada Munas Golkar bisa menggunakan politik santun dalam berkontestasi.

"Kita harapkan internal partai berpolitik yang santun karena kita kemarin juga sempat masih terbawa berita hoaks. Masyarakat telah pintar. Faktanya Jokowi terpilih, itu contoh," ujarnya.

Lodewijk menambahkan, Munas Golkar yang diperkirakan akan berlangsung pada Desember mendatang bisa menghasilkan kepemimpinan yang bisa membawa partai beringin ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Cabut Dukungan ke Bamsoet, Kader Golkar DPD DKI Merasa Dijebak

Ia juga menolak bila kepemimpinan Airlangga Hartanto dicap gagal. Pasalnya, kata dia, Airlangga dan pengurus Golkar lainnya berhasil mendapatkan suara sekira 12,3% dalan Pemilu serantak 2019 kemarin.

"Jadi, narasi negatif yang dibangun terjawab dan itu yang dibahas Pak Jokowi. Yang saya sampaikan tadi, 6 persen, dan beliau nggak ingin Golkar 6 persen. beliau bangga Golkar dapat 12,3% atau 14,78% kursi. beliau sampaikan kemarin," ujarnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya