JAKARTA - Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, menyatakan telah mengevakuasi 94 orang dari Iran. Namun, personel mereka tetap bertahan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Mengutip pernyataan CEO Alexei Likhachev, Rosatom menyebutkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi seluruh anak-anak karyawan, serta "staf non-esensial" dan siapa pun yang ingin meninggalkan negara tersebut seiring berlanjutnya ancaman target Israel dan AS terhadap Iran.
"Kami terus memantau situasi dan menilai risiko yang ada. Jika diperlukan, langkah-langkah tambahan akan diambil bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan karyawan kami," ujar Likhachev, melansir Aljazeera, Sabtu (28/2/2026).
Likhachev tidak merinci lebih lanjut mengenai situasi di Bushehr, namun ia menegaskan fasilitas nuklir "tidak boleh menjadi target dalam kondisi apa pun". Sebagai informasi, Bushehr dibangun Rusia dan merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir operasional milik Iran.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.