"Selama 10 bulan, kita semua sibuk, bangsa kita terpolarisasi dengan pilihan masing-masing. Pemilu dalam sejarah kita, Pilpres Pileg legislatif serempak, ini baru pertama kali tahun ini. Kita melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebong lah kampret lah. Sekarang tidak ada lagi cebong kampret, sekarang adanya bangsa Indonesia," paparnya.
Baca juga: Buka Jalan Santai HUT Ke-73 Bhayangkara, Kapolri Minta Jaga Sinergitas TNI-Polri
Tito juga menyinggung perihal demo pada 21-22 Mei di Bawaslu yang diwarnai kerusuhan dan keamanan tetap bisa diantisipasi. Ia berharap hal seperti itu tidak terulang lagi.
"Kita doakan mudah-mudahan sampai akhirnya masa pelantikan (Presiden) Oktober (2019) aman, damai, tenang seperti ini,” ujarnya.
“Selaku pimpinan Polri mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak Panglima TNI beserta seluruh jajarannya, yang telah bahu membahu bersama Polri menjaga stabilitas keamanan demi kepentingan bangsa Indonesia dan utuhnya negara ini."
(Salman Mardira)