JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyiapkan sarana dan prasarana menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64 persen. Pasalnya, bonus ini akan menghadirkan besarnya komposisi usia produktif ketimbang usia non-produktif.
"Karena itu, kami terus membuat kebijakan dan program terobosan seperti mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern serta meningkatkan kualitas SDM," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, Jumat (12/7/2019).
Kariyasa mengatakan, melalui modernisasi sektor pertanian menjadi menarik karena serba teknologi dan digital. Terobosan ini juga diharapkan membuka mata anak muda untuk terjun langsung ke sektor pertanian.
"Apalagi sejak tahun 2014, Kementan telah mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian dalam jumlah besar, yakni lebih dari 400 ribu unit," katanya.
Kariyasa mengatakan, seluruh bantuan terbukti telah memberi manfaat besar, terlebih untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Namun disisi lain, bantuan dan bonus itu dapat memberi ancaman jika tidak dikelola dengan baik.
"Terutama dari aspek penyediaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan SDM," katanya.