Jumlah petugas kesehatan, lanjut dia, tidak seberapa dibanding dengan jumlah jamaah haji Tanah Air yang begitu banyak. Eka juga meminta agar pelayanan kesehatan melibatkan unsur masyarakat, dalam hal ini ketua regu (karu) supaya lebih efektif.
"Kita bersiap, kita punya klinik, kita menjaga memberikan pelayanan. Tapi penjagaan itu harus melibatkan masyarakat, yaitu ketua regu. Jadi ini pelayanan (kesehatan) berbasis regu harus diaktifkan," tutur Eka.
Dia mencontohkan, bila dalam suatu regu terdapat jamaah haji lansia, maka pimpinan regu harus melakukan pendampingan semisal ingin pergi ke masjid, dan lain sebagainya.
"Jangan berangkat sendirian. Nggak mungkin petugas kesehatan yang tiga orang di dalam 450 (jamaah) dikasih tugas menjaga satu-persatu. Jadi pelibatan peran serta masyarakat adalah hal yang paling penting dalam suksesnya penyelenggaraan haji," pungkas Eka.
(Khafid Mardiyansyah)