GFNY, lanjut dia, diikuti oleh seluruh peserta di dunia. Berkaca pada gelaran GFNY Bali, Lombok dan Samosir, setiap kali event sedikitnya 30 negara berpartisipasi dalam ajang itu.
"Pesertanya tidak hanya atlet, tapi pehobi sepeda dan komunitas dari seluruh negara. Untuk itu ajang ini memang mengarah pada pariwisata, Jateng sangat cocok menggelar event ini karena potensi pariwisatanya bagus," terangnya.
Mahful mencontohkan saat GFNY digelar di Lombok beberapa tahun lalu. Sebelum ada gelaran GFNY, orang tidak tahu bahwa di Lombok ada lokasi bersepeda yang menarik dengan pemandangan alam yang bagus.
"Setelah selesai ajang GFNY, Lombok kini menjadi daerah incaran para penghobi dan komunitas sepeda dunia. Hal ini juga pasti akan terjadi di Jateng," tutupnya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku ketertarikannya atas tawaran tersebut. Dirinya akan mempelajari tawaran itu, termasuk membahas penyiapan lokasi dan sarana prasarananya.