Meski demikian, diakuinya helikopter tersebut dalam kondisi laik terbang. "Kelayakan pesawat sudah pasti laik karena sudah diterbangkan. Mana ada pilot yang menerbangkan kalau tidak laik pesawat. Jadi tidak ada pilot yang mau menerbangkan pesawat kalau tidak laik terbang," kata Masruri.
Kendati laik terbang, Masruri menyatakan KNKT belum dapat memastikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut, mengingat saat ini KNKT masih mengumpulkan data lapangan baik data yang ada di bangkai helikopter maupun data kantor.
"Kami masih mencari informasi fakta-fakta yang bisa membantu kami untuk identifikasi dan kami belum menemukan hal-hal yang signifikan untuk dijadikan bahan analisa, kenapa helikopter ini mendarat di sana," katanya.
(Arief Setyadi )