“Hitam pekat dan baunya menyengat, sampai saya harus memakai masker,” kata Puarman seraya menunjukkan pekatnya air sungai yang baru saja diambilnya dan dimasukkan ke dalam gelas air mineral.
Melalui pesan berantai media sosial, termasuk WhatsApp, warga memviralkan kondisi tersebut dan sekaligus melaporkan ke KP2C.
“Atas aduan warga, saya mengecek langsung ke lokasi, di antaranya ke Jembatan Cikuda Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan wilayah Curug Parigi di Vila Nusa Indah 5, perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi,” urai Puarman.
Menurut dia, ada warga yang rumahnya berada sekitar 100 meter dari bibir Sungai Cileungsi merasakan bau yang menyengat dan menyesakkan dada jika pagi hari. “Istrinya yang sedang hamil muntah-muntah enggak tahan bau sungai. Bahkan tiap pagi diungsikan ke rumah mertuanya untuk menghindari bau,” sambungnya.