Mengapa Sungai dan Musim Hujan Jadi Sumber Ketegangan India & Nepal?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 22 Juli 2019 05:30 WIB
Banjir akibat musim hujan mengacaukan banyak desa di Nepal dan India, keduanya saling menyalahkan (Getty Images)
Share :

Diplomat Nepal dikritik di negaranya karena dianggap tak bisa mengangkat masalah ini dengan efektif.

India sendiri mengalami masalah banjir. Sekitar 1,9 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di negara bagian Bihar di timur laut.

Bihar merupakan wilayah paling terkena dampak ketika sungai besar seperti Kosi dan Gandaki - yang merupakan anak sungai Gangga - banjir.

Nepal kerap disalahkan karena membuka pintu air dan membahayakan pemukiman di sepanjang daerah aliran sungai.

Namun sesungguhnya pemerintah India yang mengoperasikan bendungan di kedua sungai itu, sekalipun letaknya di Nepal.

Ini bisa terjadi sesuai dengan traktat Kosi dan Gandak yang ditandatangani kedua negara tahun 1954 dan 1959.

Bendungan ini dibangun oleh India untuk mengendalikan banjir, irigasi dan pembangkit listrik. Namun keduanya kontroversial di Nepal karena dianggap tidak mengungtungkan penduduk setempat.

Pintu air di Sungai Kosi, Nepal, dioperasikan India (AFP/Getty Images)

Kebalikannya, pemerintah India menyatakan kedua bendungan ini contoh baik mengenai pengelolaan air lintas perbatasan.

Bendungan Kosi punya 56 pintu air.

Ketika banjir musim hujan datang dan sungai mencapai tingkat "berbahaya", India dikritik karena tak membuka semua pintu air. Menurut penduduk setempat ini membahayakan rumah mereka.

Kosi yang dikenal sebagai "duka Bihar" telah banjir beberapa kali di masa lalu dan menyebabkan kerusakan. Tahun 2008, ia melimpat dan ribuan orang meninggal dunia serta tiga juta penduduk di Nepal dan India terkena akibatnya.

Bendungan ini berumur 70 tahun dan bisa hancur apabila ada banjir besar. India berencana membangun bendungan baru di utara untuk menggantikannya. Letaknya juga akan di Nepal.

Banyak sungai di Nepal mengalir lewat pegunungan Chure, dan bukit-bukit di sana selama ini memperkecil dampak banjir.

Namun pembalakan hutan dan pertambangan telah membahayakan bukit-bukit itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya