Menurut Kariyasa, akumulasi tambahan volume ekspor ini jika ditotal angkanya mencapai 84,5 persen dari jumlah ekspor produk pertanian tahun 2013 yang sebesar 33,5 juta ton. Disisi lain, nilai ekspor produk pertanian juga terus meningkat hingga Rp 320,9 Triliun pada tahun 2013 dan Rp 368,4 triliun dan Rp 375,5 pada tahun 2014 dan 2016.
"Nilai ekspor produk pertanian berlanjut meningkat pada tahun 2017 dan 2018 menjadi Rp 442,3 Triliun dan Rp 415,9 Triliun. Artinya, selama 2014-2018, total nilai ekspor produk pertanian Indonesia mencapai Rp 1.957,5 tirliun," katanya.
Adapun untuk posisi ekspor produk pertanian Indonesia, saat ini masih didominasi komoditas perkebunan yang mencapai 91,4 persen. Meski demikian, kinerja ekspor Indonesia sangat ditentukan oleh kinerja produksi perkebunan saat ini.
"Dalam upaya meningkatkan peran penting dan strategis sektor pertanian, maka, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan program terobosan selama 5 tahun ke depan melalui program Bun500 yang dilaunching Bapak Menteri Pertanian pada tanggal 18 Juli di Palangkaraya, Kalteng," tukasnya.
(Abu Sahma Pane)