Saat sadar, dia bangun dalam keadaan telanjang dan diikat ke kursi, di sebuah rumah yang tidak dikenalnya.
Pria itu pada mulanya berjanji akan melepaskan dia keesokan harinya. Tetapi penculi mencekiknya, memaksanya mandi dan mengatakan bahwa dia akan menenggelamkannya.
Saat itulah Birli memperhatikan bunga anggrek dan membuat pujian. Sang penculik pun merespons dengan bercerita bahwa ayahnya sudah meninggal. Dia dibesarkan oleh seorang ibu yang kecanduan alkohol dan pacarnya selingkuh.
Mendengar cerita penculik, Birli sadar dia mendapat kesempatan untuk bisa dibebaskan.
"Saya memberi saran kepada pria itu, katakan saja [ini bukan penculikan tapi] kecelakaan," ungkapnya merayu sang penculik.