Okezone Bertanya: Jika Datang Gempa & Tsunami Apa yang Pertama Kali Anda Lakukan?

Rus Akbar, Jurnalis
Sabtu 27 Juli 2019 14:30 WIB
Ilustrasi
Share :

MENTAWAI - Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat merupakan daerah yang sangat rawan gempa dan tsunami, dari 43 desa yang ada pada saat ini sebanyak 33 desa yang ada merupakan zona merah yang sangat rawan tsunami.

Beberapa LSM dan pegiat bencana terus melakukan sosialiasi dan melakukan simulasi evakuasi mandiri di masing-masing desa yang dekat dengan pantai jika terjadi gempa dan tsunami.

Okezone mencoba menghimpun sudah sejauh mana masyarakat Mentawai yang tinggal di zona merah ini siaga terhadap gempa dan tsunami.

Farhan (13) warga Dusun Jati, Desa Tuapeijat merupakan bocah yang tinggal dengan dengan bibir pantai rumahnya hanya sejauh 20 meter dari pantai, setiap hari dia main skate board bersama dengan teman-temanya lokasi tempat bermain mereka hanya 10 meter saja dari bibir laut, pengalamanya selama ini kalau terjadi gempa yang kuat mereka langsung lari ke bukit yang ada di belakang rumah mereka.

“Dulu kalau datang gempa dulu kami langsung lari ke bukit di belakang rumah, dulu kami pernah mengungsi di atas perbukitan selama satu minggu sampai kondisi sudah tenang,” tuturnya.

Beda halnya dengan Aprilia (17) dia bersama temannya ini datang berkunjung ke Pantai Jati yang merupakan lokasi wisata di daerah Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, biasanya kalau sore hari sunsetnya sangat bagus di pantai itu, namun pantai yang menghadap ke Samudera Hindia itu sangat rawan terjadi gempa dan tsunami.

“Kalau datang gempa yang paling utamanya kita berlindung dibawa meja untuk mengantisipasi benda-benda yang jatuh dari atas, kemudian kalau sudah tenang kita ke luar dari bawah meja, jika air surut atau burung-burung beterbangan ke arah bukit kita lari ke bukit karena tanda-tanda tsunami akan datang,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya