Masyarakat Lebih Butuh Pendidikan Mitigasi Dibanding Prediksi Gempa yang Tak Pasti

Taufik Budi, Jurnalis
Sabtu 27 Juli 2019 15:28 WIB
Ilustrasi
Share :

SEMARANG – Pakar geologi Universitas Diponegoro (Undip) Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng menilai masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang pentingnya menghadapi bencana gempa dan tsunami. Terlebih, warga yang tinggal di sepanjang Pantai Selatan Jawa karena berada di atas lempeng samudra dan lempeng benua.

“Mestinya sekarang bukan lagi memprediksi di mana (tsunami), tapi bagaimana kita menyiapkan masyarakat ini terkait dengan kejadian gempa. Kalau terjadi gempa itu apa yang dilakukan,” kata geologist Undip, Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng, Jumat (26/7/2019).

“Karena memang untuk memprediksi di mana dan seberapa kuat itu tidak bisa kita lakukan. Pembelajaran itu yang harus terus-menerus kita berikan kepada masyarakat, supaya kalau misalkan saat terjadi itu (gempa dan tsunami) kita tidak panik, tidak ada korban jiwa,” tambah Sekretaris Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro itu.

Thomas mengkritisi prediksi yang dikeluarkan oleh pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko. Prediksi itu menyebutkan akan terjadi gempa sekira magnitudo 8,5-8,8 yang akan mengguncang selatan Pulau Jawa.

Gempa besar tersebut juga diprediksi akan diikuti gelombang tsunami hingga setinggi 20 meter. Daerah yang berpotensi tersapu gelombang tsunami mulai dari selatan Cilacap, hingga Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Negara secanggih apapun seperti Jepang, dia juga enggak akan tahu gempa nanti akan terjadi di mana, seberapa kuat, di mana lokasinya itu, mereka enggak tahu. Tapi mereka sudah paham bahwa gempa ini seperti makanan sehari-hari yang sering terjadi,” terang dia.

“Makanya mereka harus mempersiapkan misalnya pembangunan rumah tempat evakuasi, pembelajaran masyarakat pasca-gempa seperti apa? Mereka melakukan edukasi terus-menerus. Nah ini yang harus kita persiapkan, jadi edukasi terkait dengan bencana geologi ini yang harus selalu kita sosialisasikan,” tandasnya.

“Tindakan preventifnya hanya bagaimana bisa membuat masyarakat ini tidak panik saat terjadi gempa dan mereka siap menghadapi kondisi seperti ini. Karena kita posisinya secara geografis dan geologi juga memungkinkan kita mendapat bencana geologi, yang penting adalah bagaimana masyarakat siap,” tegas dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya